Loading interface...
Loading interface...
HP TERBARU

Loading interface...
Populer saat ini

Loading interface...
Loading interface...

Adopsi Teknologi Bantu Genjot Kinerja E-Commerce Sociolla 7 Kali Lipat

Gizmologi | 03 Feb 2020 16:54
Adopsi Teknologi Bantu Genjot Kinerja E-Commerce Sociolla 7 Kali Lipat

Pemanfaatan teknologi yang tepat membantu meningkatkan kinerja bisnis secara signifikan. Hal ini seperti dialami oleh Sociolla, ecommerce yang fokus di bidang kecantikan. Perusahaan beauty-tech yang berada di bawah payung Social Bela itu telah mengadopsi berbagai bentuk teknologi yang mampu mendatangkan pelanggan.

Christopher Madiam, Co-Founder dan CEO Social Bella, mengatakan platform kecantikan yang dikelolanya, Sociolla, berawal dari e-Commerce yang kemudian berkembang ke toko offline yang di dalamnya memanfaatkan perangkat berteknologi tinggi.

Ia mengungkapkan, enam bulan sejak berdiri pada 2015 lalu, Sociolla sudah berkolaborasi dengan AWS untuk fokus pada customer experience. “Sociolla memakai AWS untuk scale up. Kalau bicara cloud di dunia, AWS market share-nya paling besar dan menjadi salah satu pioneer atau yang paling awal. Untuk e-commerce, AWS paling lengkap dan komprehensif dalam menyediakan fitur-fitur yang kami butuhkan,” ujar Christopher saat ditemui di Jakarta.

Christopher meungkapkan peran AWS yang membantu Social Bella untuk dapat menggapai pertumbuhan pesat. Pada periode 2017–2018, revenue Social Bella tumbuh 7 kali lipat. Saat ini pelanggan online perusahaan ini mencapai 5-6 juta uniqe user per bulan. Apa saja teknologi yang mereka gunakan?

Scale-up dengan Teknologi AWS di Sociolla

Menurut Christopher, sebagai tech company, Social Bella banyak mengimplementasikan fitur-fitur teknologi. Tujuannya untuk memberikan the best experience bagi konsumen. Upaya scale up ini ditujukan agar fitur-fitur yang ditawarkan lebih lengkap dari yang sebelumnya.

Nah, AWS merupakan platform cloud yang paling pertama menyediakan fitur autoscale. Dalam arti, meski mencari revenue, tapi satu sisi AWS membantu customernya untuk saving cost dengan fitur autoscale. Ia memberi gambaran, ika memakai server sendiri, kapasitas akan langsung tinggi.

Dengan cloud, bisa menyesuikan kebutuhan yang ada saat itu, sehingga otomatis bisa menyusut cost-nya. Sebaliknya, pada saat butuh misalnya traffic tiba-tiba naik, maka bisa otomatis scale up. “Kami pakai semua layanan AWS dari yang dasar seperti Amazon EC2, Amazon S3, hingga yang advance seperti Amazon Redshift untuk data warehouse,” ungkapnya.

Selain e-commerce dengan toko online, Sociolla juga mengembangkan konsep omnichannel dengan membuka gerai atau toko offline di sejumlah mall. Untuk menggelar layanan ini, mereka juga berkolaborasi dengan AWS. Karena AWS menyediakan cloud ini bukan hanya untuk online service saja, bahkan lebih luas. “Untuk omnichannel, kami berupaya untuk mewujudkan technology store, bagaimana caranya memberikan customer experience di toko offline di belakang layar,” paparnya.

Dia mencontohkan tampilan produk, Social Bella mengimplementasikan machine learning untuk mengetahui produk apa yang optimal di satu toko dibanding dengan toko lain. “ini bukan sesuatu yang fix, tapi berkembang, jadi di setiap toko akan berbeda untuk produk yang optimal. Pemilihannya akan dilakukan secara otomasi dengan machine learning,” jelasnya.

Untuk mencoba layanan di Sociolla, pengguna bisa mendownload aplikasinya terlebih dulu. Kemudian mengisi profil termasuk nama, warna kulit, jenis kulit, dan lainnya. Asyiknya, aplikasi dan toko offline bisa dihubungkan, misalnya membeli melalui aplikasi dan mengambilnya di toko offline terdekat. Bahkan, sebelum masuk ke toko offline, pengunjung bisa mendaftar dan scan barcode melalui layar yang ada di pintu masuk.

Semua barcode yang tersemat di produk-produk itu bisa langsung discan melalui aplikasi di smartphone. Kemudian pengunjung bisa langsung membayar produk tersebut di kasir. Bisa membayar dengan digital payment di smartphone.

Tantangan lainnya yang dapat dipecahkan dengan machine learning, lanjut dia, adalah stock replacement. Salah satu isu di ritel store adalah stok, konsumen paling sebal jika datang tapi barangnya tidak ada. Nah jika itu terjadi di Sociolla, konsumen bisa tetap beli, dan barang akan dikirim melalui jalur online ke rumah di hari yang sama. Inilah kelebihan konsep omnichannel dengan basis e-commerce. Sebaliknya, orang juga bisa beli secara online, kemudian daripada nunggu dikirim, konsumen bisa mengambil di toko yang terdekat. “Jadi experience seperti itu yang benar-benar kami develop, tentunya dengan AWS,” ujarnya.

Like
Simpan
Bagikan
Tulis Komentar

Rekomendasi terdekat


Rekomendasi terdekat

Populer saat ini

Hp Terbaru
Loading interface...