Loading interface...
Loading interface...
HP TERBARU

Loading interface...
Populer saat ini

Loading interface...
Loading interface...

Bareksa Permudah Beli Reksa Dana Melalui OVO

Gizmologi | 02 Feb 2020 16:47
Bareksa Permudah Beli Reksa Dana Melalui OVO

Kini, masyarakat yang mau investasi reksa dana semakin mudah. Karena pembayarannya bisa melalui uang elektronik, selain transfer bank. Setelah Bibit dan Tanamduit yang mengintegrasikan dengan uang elektronik, kini Bareksa melakukan langkah serupa. Langkah ini didukung OJK untuk pemanfaatan uang elektronik sebagai sarana pembayaran baru untuk berinvestasi reksa dana.

Jika Bibit maupun Tanamduit menggunakan uang elektronik GoPay dan LinkAja, maka Bareksa memilih OVO. Khusus untuk Bareksa, kolaborasi kedua perusahaan fintech ini memiliki latar belakang menarik. Yakni merupakan tindak lanjut dari kerja sama strategis kedua perusahaan. Pada April 2019, TechCrunch melaporkan aksi investasi OVO ke Bareksa senilai USD20 juta (sekitar Rp281 miliar). Selanjutnya, Karaniya Dharmasaputra yang merupakan Co-founder sekaligus CEO Bareksa diangkat menjadi Presiden OVO.

Menurut Karaniya Dharmasaputra dalam kapasitasnya sebagai CEO Bareksa, ini merupakan langkah awal dari rencana besar Bareksa untuk melakukan sinergi platform e-investment dengan e-money. Setelah sebelumnya Bareksa juga memelopori sinergi e-investment dengan e-commerce di Indonesia, bersama Tokopedia dan Bukalapak.

“Dengan menggunakan OVO sebagai moda pembayaran baru ini, transaksi nasabah akan semakin seamless, dan niscaya akan menjadi daya dorong berikutnya bagi penetrasi reksa dana nasional. Kisah sukses serupa telah kita saksikan di China di mana terjadi sinergi segitiga di antara platform e-commerce (Alibaba), e-money (Alipay), dan e-investment (Yu’e Bao),” ujar Karaniya, dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (2/2).

Fitur Pembayaran OVO di Bareksa

Layanan pembayaran melalui OVO ini memberikan kemudahan bagi investor karena tidak perlu lagi melakukan konfirmasi ulang dengan mengunggah bukti transfer. Transaksi pembayaran akan terverifikasi secara otomatis bagi nasabah Bareksa yang juga merupakan pengguna OVO.

Untuk saat ini, fitur pembayaran reksadana di Bareksa menggunakan OVO baru bisa digunakan oleh pengguna dengan ponsel berbasis Android. Para pengguna smartphone berbasis IOS akan segera menikmati layanan ini dalam waktu dekat.

Cara menggunakannya pun sangat mudah. Setelah pengguna memilih instrumen investasi reksa dana di aplikasi Bareksa, kemudian memilih jumlah uang yang akan dibayarkan. Setelah itu, pada pilihan metode pembayaran, tap opsi OVO. Di mana sebelumnya, hanya ada menu transfer bank.

Setelah menekan tombol pembayaran, maka akan muncul menu notifikasi dari aplikasi OVO. Buka aplikasi OVO, dan bayarkan sesesuai jumlah yang telah ditentukan. Setelah itu, akan muncul informasi pembelian sukses. Itu saja, pengguna tidak perlu lagi mengunggah bukti transfer seperti yang sebelumnya harus dilakukan jika memilih metode melalui transfer bank.

Fitur pembayaran e-money OVO ini menurut Karaniya adalah untuk mengakomodasi preferensi dan kebutuhan banyak nasabah Bareksa yang merupakan generasi milenial. Sekitar 70% nasabah Bareksa berasal dari kalangan ini, yang terbiasa melakukan transaksi secara online, real time, dan seamless.

Terobosan pembayaran menjadi sebuah keharusan di mana Indonesia sekarang memasuki era baru investasi yang didominasi segmen nasabah retail dengan volume transaksi yang luar biasa besar. Sebagai gambaran, di platform Bareksa, setiap hari diproses sekitar 5.000-6.000 transaksi. “Dan angka ini terus meningkat dari bulan ke bulan,” ungkap Karaniya.

Adanya fitur pembayaran reksa dana menggunakan OVO diharapkan bakal semakin mendongkrak jumlah transaksi serta nilai dana kelolaan Bareksa, yang ditargetkan akan tumbuh sedikitnya dua kali lipat di tahun 2020 dibanding tahun lalu.

Saat ini, jumlah nasabah yang terdaftar di Bareksa sudah mencapai hampir 800 ribu orang dengan dana kelolaan sekitar Rp2 triliun. Adapun total dana masyarakat yang telah diinvestasikan di Bareksa sejak pertama kali mendapatkan lisensi dari OJK pada tahun 2016, telah mencapai sekitar Rp5 triliun.

Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menyambut baik inovasi ini. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya OJK untuk terus mencari berbagai terobosan memanfaatkan teknologi digital untuk memperdalam penetrasi pasar keuangan kita dan meningkatkan system keuangan nasional yang inklusif.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, OJK akan selalu mendukung setiap terobosan teknologi seperti ini untuk menggencarkan edukasi dan memperluas jangkauan investasi reksadana di Indonesia. Penggunaan uang elektronik dalam transaksi e-investasi memang kami dorong dan kami harapakan terus dikembangkan, dengan catatan harus mengutamakan perlindungan konsumen, aman, dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Nurhaida.

Kebijakan progresif OJK dalam mengadopsi teknologi digital untuk memperdalam pasar keuangan, telah membuahkan hasil yang nyata. Hingga akhir Desember 2019, jumlah investor reksa dana telah mencapai 1,8 juta atau naik 77,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Like
Simpan
Bagikan
Tulis Komentar

Rekomendasi terdekat


Rekomendasi terdekat

Populer saat ini

Hp Terbaru
Loading interface...