Loading interface...
HP TERBARU

Loading interface...
Populer saat ini

Loading interface...
Loading interface...
Selamat datang di InPonsel - Situs hp dan informasi seluler
InPonsel adalah situs hp dengan lebih dari 5.000 database handphone. Di InPonsel kamu dapat melakukan pencarian dengan mudah dari ratusan merek hp, mendapatkan informasi harga dan spesifikasi hp dengan rinci, membandingkan spesikasi dua hp, berlangganan berita sesuai topik, mencari alamat service center dan sejumlah informasi lainnya.
Facebook
Twitter
Instagram
InPonsel Ⓒ 2019

Kanker Payudara Lebih Cepat Dideteksi dengan Teknologi AI

Gizmologi | 28 Nov 2019 13:10
Kanker Payudara Lebih Cepat Dideteksi dengan Teknologi AI

Seiring meningkatnya pemanfaatan kecedasan buatan (AI) dalam berbagai sektor industri, perusahaan otoritas data untuk hybrid cloud NetApp juga mendorong pemanfaatan AI di bidang kesehatan, misalnya untuk sistem deteksi dini kanker payudara.

Lembaga Globocan menyebutkan pada 2018 ada 58.256 kasus kanker payudara yang semuanya didiagnosis pada wanita di Indonesia. Kurangnya pemahaman tentang penyakit ini sendiri telah menyebabkan keterlambatan diagnosa yang mengarah pada kematian.

Menurut Departemen Kesehatan di Indonesia, 70% dari semua kasus kanker di Indonesia didiagnosis pada stadium lanjut. Kemenkes RI menyebut Kanker payudara dan kanker (serviks) leher rahim menjadi dua jenis kanker terbanyak di Indonesia dan secara serius menggelar kampanye deteksi dini untuk dua jenis kanker tersebut.

Di sisi lain, institusi medis seperti rumah sakit dan pusat kesehatan kini terus didorong untuk melakukan transformasi digital guna meningkatkan efisiensi operasional dengan standar tertinggi perawatan medis, meskipun berhadapan dengan anggaran terbatas. Berdasarkan data NVIDIA, dengan AI, para ahli onkologi akan dapat mengurangi kesalahan diagnosa dalam mendeteksi kanker payudara hingga 85%.

Hal ini juga diamini oleh Ana Sopia, County Manager NetApp Indonesia, yang mengatakan pihaknya percaya bahwa AI dapat menjadi salah satu jawaban untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, meningkatkan efisiensi, mempercepat proses diagnosa, dan mengurangi biaya. “Dari medical imaging hingga pembedahan yang dibantu robot hingga penemuan obat, AI semakin baik dan semakin canggih untuk membantu sektor ini menjadi lebih baik,” kata Ana Sopia.

Lebih lanjut, Anna menjelaskan bahwa program-program ini dapat memperingatkan para ahli onkologi. Kemudian dapat memandu protokol perawatan pasien dengan akurasi dan efektivitas yang lebih besar. “Penilaian risiko kanker payudara yang menggunakan teknologi AI-automated terbukti dapat mengurangi biaya hingga 5% dibandingkan dengan tes genomik saat ini,” katanya.

Teknologi AI untuk Deteksi Kanker Payudara

Mengembangkan program deteksi dini kanker payudara berbasis artificial intelligence (AI) dapat dilatih dengan deep learning. Hal ini untuk melihat perubahan paling awal dalam struktur sel yang biasanya berkembang menjadi sel kanker adalah salah satu langkah yang bisa diambil.

Dengan fokus untuk melakukan intervensi awal serta perawatan kesehatan preventif, institusi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan adopsi terhadap teknologi pencitraan medis, termasuk kemampuan 3D dan 4D, real-time analytics, dan pemrosesan yang dipercepat oleh unit pemrosesan grafis (GPUs).

Hal tersebut akan membuat ahli radiologi menghasilkan diagnosis yang lebih cepat dan akurat serta membantu mencegah ahli radiologi mengalami kelelahan. Selanjutnya diperlukan aplikasi AI khusus yang dapat mendukung ahli radiologi dan mencegah kesulitan dengan “menyusun” tumpukan gambar.

Caranya, teknologi AI akan dengan cepat memilah gambar normal dan melakukan flagging bagi gambar-gambar pengecualian. Hasilnya, ahli radiologi dapat menemukan gambar yang menunjukkan anomali atau indikator penyakit lebih cepat dan kemudian fokus untuk mendiagnosa dan memberi saran pengobatan, tanpa harus berlama-lama menyaring gambar.

Sebagai contoh, AI memungkinkan hasil MRI untuk mempercepat rekonstruksi gambar hingga 100 kali, dan dengan akurasi 5 kali lebih besar.

Selain itu, NetApp juga menekankan berbagai potensi pemanfaatan kecerdasan buatan untuk perawatan kesehatan:

  • Memungkinkan untuk meninjau ribuan dan jutaan catatan atau gambar dalam waktu yang lebih singkat dan menerapkan kognisi untuk membuka kunci data dalam jumlah besar.
  • Mendukung diagnosa yang berkualitas melalui pelatihan dengan deep learning untuk mendeteksi perubahan seawall mungkin dalam struktur sel yang biasanya berkembang menjadi sel kanker.
  • Mendukung ahli radiologi dan mencegah perkerjaan yang menguras tenaga dengan “menentukan” jumlah gambar yang berlebihan, dengan cepat memilah gambar normal dan menandai pengecualian.

Baik digunakan untuk memperkuat medical imaging atau pengurutan genom, keberhasilan AI sepenuhnya bergantung pada akses ke sejumlah besar data yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola, mengembangkan wawasan prediktif, dan memungkinkan sistem otonom yang semakin akurat.

Data tersebut dapat berada di mana saja, yang secara inheren dinamis, dan seringkali dalam berbagai bentuk. Menurut para pemimpin di industri TIK, membuat pengelompokan data dan kompleksitas teknologi menjadi dua tantangan terbesar untuk memindahkan membuat proyek AI menjadi produksi. Oleh karena itu, dengan data fabrics, organisasi akan dapat mengakses data mereka di mana saja dengan kontrol, menghasilkan dampak bisnis yang lebih baik, dalam hal ini diagnosis dan keputusan yang lebih baik.

Ana menegaskan bahwa solusi NetApp untuk AI dirancang khusus untuk memanfaatkan sumber data yang terus bertambah dengan skalabilitas dan kinerja yang hampir tidak terbatas.

“Bersama dengan mitra kami, NVIDIA, cloud-connected all-flash storage dari NetApp akan menyederhanakan, mempercepat, dan mengintegrasikan data di pipeline untuk AI dan deep learning untuk membangun solusi kesehatan berbasis AI yang cerdas, kuat, dan tepercaya,” tutup Ana. (PNJ)

Like
Simpan
Bagikan
Tulis Komentar

Pengunjung lain lanjut baca ini


Pengunjung lain lanjut baca ini

Populer saat ini


Hp Terbaru
Loading interface...