Loading interface...
Loading interface...
HP TERBARU

Loading interface...
Populer saat ini

Loading interface...
Loading interface...

Orang Indonesia Habiskan Rp80 Miliar untuk Aplikasi Kencan

Gizmologi | 14 Feb 2020 07:09
Orang Indonesia Habiskan Rp80 Miliar untuk Aplikasi Kencan

Saat ini tanggal 14 Februari yang identik dengan hari kasih sayang atau Hari Valentine. Di mana tak sedikit yang mencari cara untuk mengekspresikan rasa cinta, mulai dengan bunga, coklat, perhiasan, dan lain sebagainya. Tetapi bagi yang masih jomlo, aplikasi kencan mungkin bakal menjadi cara untuk mencari pasangan di tahun 2020.

App Annie, perusahaan analisis dan data seluler, melaporkan bahwa orang Indonesia menghabiskan total USD5,8 juta untuk aplikasi kencan di tahun 2019. Jika dikonversi ke mata uang rupiah hari ini (Rp13.800 per dolar di Bank Mandiri), maka jumlahnya mencapai Rp80.040.000.000. Angka ini meningkat pesat sebanyak 260% dari tahun 2018 hanya sebesar USD2,7 juta.

Tren serupa juga bisa dijumpai di Singapura dan Malaysia, di mana pelanggan seluler di masing-masing negara tersebut menghabiskan total USD7,1 juta dan USD5,8 juta. Di tingkat global, pelanggan menghabiskan USD2,2 miliar untuk aplikasi kencan. Angka ini naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan total belanja mereka 2 tahun sebelumnya. Tinder berhasil mendominasi keseluruhan belanja pelanggan global di tahun 2019.

Menurut Cindy Deng, Direktur Eksekutif App Annie kawasan Asia Pasifik, aplikasi kencan telah berhasil membuka kunci monetisasi dengan memanfaatkan fitur berlangganan dalam beberapa tahun terakhir. “Aplikasi-aplikasi tersebut adalah contoh tentang suatu bidang industri yang mampu menyediakan layanan sesuai permintaan pelanggan, yang membuat mereka rela membayar untuk mendapat nilai lebih dengan menawarkan mode baru sehingga berhasil menjadi alat kencan yang sesungguhnya,” ujar Cindy, dalam siaran pers yang diterima Gizmologi (13/02).

Lebih lanjut Deng mengatakan kesuksesan aplikasi kencan menunjukkan adanya fenomena global dalam urusan mencari pasangan. “Para developer aplikasi sekarang bisa mencapai kesuksesan di luar negara mereka, jika mereka bisa memahami pelanggan mereka dan mampu memasukkan preferensi pelanggan ke dalam produk mereka guna menciptakan keterlibatan pelanggan yang semakin dalam,” ujarnya.

Bangkitnya Aplikasi Kencan asal Asia

Kini, banyaknya aplikasi asal Asia yang masuk ke pasar Indonesia menjadi sesuatu yang patut dicermati. Tinder dan Tantan sendiri menjadi dua aplikasi kencan yang paling banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia. Aplikasi serupa lainnya yang masuk dalam daftar 10 terlaris di Indonesia antara lain Bermuda, Dating.com, Lamour, Azar, Meetme, Blued, Badoo dan OKCupid Dating.

Tinder juga berhasil mentereng di daftar 5 aplikasi teratas berdasarkan belanja pelanggan, dengan menjadi nomor 1 di Australia dan India, nomor 3 di Singapura, nomor 4 di Vietnam, nomor 9 di Thailand, nomor 4 di Malaysia, dan nomor 5 di Hong Kong.

Sementara itu Tantan selain berhasil di Indonesia, juga cukup populer di negara lain dengan menempati rangking 8 di Malaysia dan 6 di Taiwan untuk urusan monetisasi aplikasi. Tantan berhasil masuk daftar 10 aplikasi yang paling banyak dimonetisasi di Cina, dengan pertumbuhan global mencapai hampir 70.000% di tahun 2017 hingga 2019. Di tahun 2018, Tantan dibeli oleh Momo, aplikasi media sosial yang terdaftar di Nasdaq dengan banderol sebesar USD760 juta dan kini berkembang secara agresif di pasar Asia.

Aplikasi kencan buatan Korea, Azar, yang juga berhasil masuk di daftar 10 aplikasi kencan terlaris di Indonesia, berhasil menjadi juara 3 di tingkat global untuk urusan belanja pelanggan, sedang dua aplikasi lain buatan Jepang, Pairs (yang kemudian dibeli The Match Group) danTapple, masing-masing berhasil menempati peringkat 5 dan 8 untuk monetisasi aplikasi.

Secara keseluruhan,aplikasi-aplikasi ini saling bersaing dengan perusahaan-perusahaan tradisional untuk terus tumbuh dan menghasilkan uang dengan menciptakan pengalaman aplikasi yang lebih cocok dengan sensibilitas dan nuansa budaya Asia yang unik.

Menangkap tren pemakaian dan monetisasi aplikasi kencan, Facebook turut memperkenalkan aplikasi kencan Facebook Dating. Di mana pengguna bisa memilih siapa saja individu yang cocok dengan mereka di platform ini. Pasangan yang cocok itu bisa saja berasal dari teman, orang yang “menyukai” halaman yang sama, juga orang yang menghadiri event Facebook yang sama.

Seiring dengan semakin banyaknya pilihan aplikasi di pasaran, bukan tidak mungkin bahwa ke depan persaingan akan semakin intensif. Hal ini bisa saja menghasilkan pengguna yang memakai lebih dari satu aplikasi dalam menemukan cinta, bisa saja berdasarkan pertemanan, kesamaan minat, jaringan, bahkan pekerjaan.

“Peluang untuk tumbuh dan monetisasi aplikasi kencan di Asia akan menjadikan bisnis kencan semakin asyik dan layak diperhatikan dalam beberapa tahun mendatang,” pungas Deng.

Like
Simpan
Bagikan
Tulis Komentar

Rekomendasi terdekat


Rekomendasi terdekat

Populer saat ini

Hp Terbaru
Loading interface...