Loading interface...
HP TERBARU

Loading interface...
Populer saat ini

Loading interface...
Loading interface...

Review Redmi 8A: Murah dan Bertenaga

Gizmologi | 13 Jan 2020 14:44
Review Redmi 8A: Murah dan Bertenaga

Pada awal tahun 2019 silam, Xiaomi mengumumkan melepas Redmi menjadi merek tersendiri seperti halnya Pocophone yang menjadi sub-brand. Pada produk yang dirilis selanjutnya, tidak ada lagi embel-embel Xiaomi, tetapi langsung Redmi. Seperti halnya pada produk terbarunya yang belum lama ini dirilis yaitu Redmi 8A.

Perbedaan mendasar dari ponsel Xiaomi standar yang memakai label “Mi” adalah harga komponennya yang lebih murah dan lebih terjangkau konsumen. Menjadi sub-brand justru membuat gerak Redmi semakin lincah dengan produktif merilis produk, baik seri Redmi, varian Redmi Note maupun Redmi Go.

Redmi 8A sendiri dirilis bersamaan dengan saudara kandungnya Redmi 8. Seperti seri sebelumnya, label huruf A disajikan sebagai perangkat dengan spesifikasi lebih rendah. Bisa jadi, A merupakan singkatan dari Affordable (terjangkau).

Ponsel ini merupakan penerus dari Redmi 7A yang laris manis di pasaran. Tentu saja Redmi 8A sudah mengalami perbaikan di beberapa sisi. Paling mencolok tentu dimensi lebih besar dan pergeseran letak kamera di bagian tengah ponsel. Sebagian lainnya masih dengan pokok teknologi serupa untuk menjaga nilai jual tetap masuk akal.

Langsung saja simak review Redmi 8A selengkapnya di bawah ini.

Desain

Segmen low-end tidak menghalangi untuk tampil keren. Walau dibanderol dengan harga murah hanya Rp1 jutaan, sama sekali tidak terlihat kesan murahan di sini. Sebaliknya, Redmi 8A tampil keren dengan desainnya yang ergonomis, lengkungan 3D, dan warna matte yang kece.

Desain matte memberi efek kesat dan terbebas dari bekas jari tangan yang seringkali bikin kotor. Bodi dengan lengkungan 3D membuatnya semakin ergonomis, nyaman digenggam. Kemudian ada stripe cantik vertikal di tengah bertuliskan Redmi dan Designed by Xiaomi.

Redmi 8A hadir dengan tiga pilihan warna yaitu Ocean Blue alias biru laut, Sunset Red atau merah senja seperti kesukaan anak indie, dan midnight black yang hitam elegan. Secara umum, rancang bangun desain ponsel ini sangat mirip dengan saudaranya Redmi 8.

Perbedaan yang mencolok adalah tidak adanya kamera ganda dan pemindai sidik jari. Karena smartphone ini memang hanya memiliki satu kamera belakang dilengkapi dengan lampu flash. Benar-benar hanya mengandalkan fitur esensial yang dibutuhkan pengguna.

Redmi 8A ternyata memiliki dimensi lebih besar dibandingkan Redmi 7A. Itu karena layar ponsel ini lebih luas mencapai 6.2 inch. Menghadirkan dimensi keseluruhan menjadi 156.5 x 75.4 x 9.4 mm. Dipadu dengan bobot kurang lebih 188 gram. Rentang ukurannya sangat mirip dengan Redmi 8. Hanya beda pada isi casing dan varian warna.

Bagian sisi-sisi ponsel masih setia diisi dengan ragam tombol fungsi dan port. Speaker, port audio, serta USB type C ada di bagian bawah. Sementara kanan dan kiri masih dilengkapi dengan tombol power, volume, dan slot untuk kartu SIM dan memori tambahan. Di Redmi 8A tidak akan ditemukan port infrared pada sisi atasnya. Hanya ada sebuah lubang untuk penahan kebisingan ketika berlangsung proses komunikasi.

Display

Jika menampilkan bagian depan, pengguna tidak akan bisa membedakan baik Redmi 8 maupun Redmi 8A. Hal ini karena keduanya memang memiliki spesifikasi dan bentuk layar yang sama. Dengan sebuah notch sebagai bingkai dari lensa kamera depan di bagian atas. Serta logo Redmi di antara bezel pada bagian bawah.

Bagaimana dengan kualitas gambar yang dihasilkan? Masih sama dengan Redmi 8 yakni memiliki kualitas resolusi HD+ pada layar, yakni 720 x 1520 piksel. Kemampuan tersebut disajikan di atas tipe layar IPS LCD dengan rentang 16 juta warna. Reproduksi warna terlihat natural dan detail.

Bagusnya, Xiaomi mengaplikasikan Corning Gorilla Glass 5 pada Redmi 8A. Sehingga layar ponsel ini tetap ampuh dipakai beraktivitas tanpa takut tergores. Menggunakan ponsel ini di bawah pencahayaan outdoor juga masih terlihat jelas. Kualitas pencahayaan mencapai 400 nits membuat mata tetap nyaman menikmati sajian layarnya.

Untuk antarmuka, pada layar Redmi 8A sudah memakai MIUI Global 11 dengan basis Android Pie 9. Ada beberapa hal menarik dari fitur di antarmuka terbaru dari Xiaomi ini. Di antaranya Dark Mode dan ambient display.

Selain itu, bagi yang gemar membaca terdapat fitur Reading Mode. Fitur ini mampu mengurangi radiasi sinar biru untuk melindungi mata ketika membaca konten di layar dalam waktu lama. Fitur Reading Mode dapat diaktifkan langsung dengan memilih menu berlambang mata di menu Quick Settings.

Kamera Redmi 8A

Bagaimana dengan kualitas kameranya? Meski merupakan smartphone entry-level yang seringkali dipandang sebelah mata soal kualitas, Redmi 8A dibekali dengan kamera yang mumpuni. Kamera belakang memiliki sensor 12 MP dengan aperture f/1.8. Pada penggunaan di lingkungan outdoor atau dengan cahaya maksimal akan menyajikan hasil foto berkualitas.

Pemanfaatan teknologi Dual-Pixel PDAF sangat membantu proses pengambilan foto. Kemampuan menyesuaikan fokus untuk objek jauh dan dekat dengan teknologi tersebut mampu menyajikan hasil foto yang lebih baik.

Dan tentu saja fitur HDR (High Dynamic Range)  yang menghasikan foto dengan luminosity lebih baik. Biasanya untuk mendapat efek foto yang dramatis.

Satu kamera ini juga dapat dipakai untuk mengambil efek bokeh, kok. Hanya saja dengan jarak objek yang agak jauh dari lensanya. Kemudian, AI bawaan dari kamera akan mengolahnya jadi sebuah foto dengan fokus di objek dan latar belakang diburamkan. Hasil fotonya lumayan dapat dinikmati juga meski memang tidak sedetail bila menggunakan lensa khusus.

Kamera Redmi 8A dibekali kemampuan untuk swafoto 8 MP, aperture f/2.0. Disertakan pula fitur pendukung swafoto seperti pendeteksi wajah, AI beauty 4.0, dan juga bokeh. Sementara itu dalam kondisi minim cahaya dapat disiasati dengan menggunakan flash dari cahaya layar.

Tambahan lain ialah keberadaan Google Lens. Google Lens dapat berguna dalam kondisi ponsel terhubung dengan internet menggunakan WiFi atau paket data. Bagi yang mungkin belum tahu. Google Lens merupakan fitur untuk mengidentifikasi objek yang tertangkap lensa kamera untuk dicari informasi lewat sistem dari Google.

Kualitas video kamera Redmi 8 sudah mencapai Full HD 1080p pada 30 frame per detik. Dengan opsi 720p di hitungan fps yang sama. Terdapat fitur time-lapse ketika lensa video diaktifkan. Kualitasnya terhitung baik dengan kualitas piksel tetap terjaga serta tanpa distorsi cahaya berlebih. Sementara mode “video pendek” membantu untuk merekam gambar dengan durasi di 15 detik saja.

Secara umum spesifikasi kamera Redmi 8A serupa dengan Redmi 8, minus lensa bokeh di bagian belakangnya. Bagi kamu yang hendak bereksplorasi dengan efek bokeh lebih baik, atau bahkan  efek wide sampai micro, jelas tak mendapatkannya di sini. Kamera ponsel ini cocok untuk mereka yang tak mau ambil pusing dengan ragam fitur di dalamnya.

Performa

Redmi 8A ditenagai chipset Qualcomm dengan Snapdragon 439 (12 nm) Octa-core (2×1.95 GHz Cortex-A53 & 6×1.45 GHz Cortex A53). Prosesor ini, dalam pengujian mampu mencapai kemampuan kerja menyamai Snapdragon 625 lama. Ditambah kebutuhan grafis dari Adreno 505. Termasuk irit konsumsi dayanya.

Untuk kapasitas memori, Redmi 8A termasuk irit. RAM sebesar 2GB memang masih mencukupi dipakai menjalankan ragam aplikasi saat ini.Sementara ruang penyimpanan 32GB relatif masih mumpuni. Tentu saja tambahan slot memori tambahan akan sangat membantu.

Baterai besar menjadi nilai jual Redmi 8A. Ponsel ini memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh dengan port charger USB type C yang mendukung pengisian daya cepat (fast charging) 18 watt. Sebuah kombinasi yang sangat tepat dan bermanfaat. Karena baterai besar tanpa pengisian kapasitas yang cepat justru akan menghambat aktivitas. Pengisian daya sekitar 40% – 50% dapat dipenuhi dalam waktu sekitar 60 menit.

Baterai ini mampu bertahan dalam kondisi standby selama 31 hari. Di mana untuk penggunaan normal, berdasarkan pengalaman kami, bisa bertahan hingga dua hari. Sedangkan jika aktif digunakan untuk bermain game, sanggup bertahan seharian.

Mengingat spesifikasi teknis dari ponsel ini yang berada pada level relatif ringan, sehingga tidak memerlukan pasokan daya berlebih yang membuat baterai semakin awet. Selain itu, Xiaomi juga telah mengoptimalkan kinerja baterai menggunakan teknologi AI dengan manajemen daya dinamis, mode hemat daya, kontrol peluncuran aplikasi, dan alokasi tugas pintar.

Kesimpulan

Redmi 8A dikatakan kepanjangan varian dari Redmi 8. Ponsel ini menjadi versi paling irit dengan pemangkasan di beberapa lini fitur dan fungsi. Kapasitas baterai yang besar menjadi kelebihan tak terbantahkan pada seri Redmi 8A ini. Meski dipasarkan untuk entry level, fiturnya tergolong lengkap berkat antarmuka MIUI 11. Kemampuan kameranya pun tetap mumpuni berkat fitur AI.

Smartphone ini dijual dengan harga Rp1,399 juta. Redmi 8A memberikan pilihan yang lebih terjangkau bagi pengguna dengan bujet terbatas, namun dengan kemampuan yang maksimal. Terlebih dengan jaminan layanan purna jual berupa garansi 24 bulan atau 2 tahun, semakin memberi rasa aman pada konsumen. Sekaligus bukti bahwa Xiaomi percaya diri terhadap kualitas dan daya tahan produknya.

Like
Simpan
Bagikan
Tulis Komentar

Rekomendasi terdekat


Rekomendasi terdekat

Populer saat ini

Hp Terbaru
Loading interface...