Loading interface...
HP TERBARU

Loading interface...
Populer saat ini

Loading interface...
Loading interface...

Tampil Beda, Huawei P40 Pro punya Ceramic Edition?

Telset | 16 Jan 2020 07:55
Tampil Beda, Huawei P40 Pro punya Ceramic Edition?

Meski baru akan diluncurkan beberapa bulan lagi, bocoran Huawei P40 Pro sudah banyak beredar. Terbaru, smartphone tersebut kabarnya akan datang dalam varian mewah Huawei P40 Pro Ceramic Edition.

Detail baru mengenai munculnya Huawei P40 Pro Ceramic Edition dihembuskan oleh pembocor terkenal Evan Blass, yang dikenal melalui akun Twitter @evleaks. Menurutnya, Huawei P40 Pro akan tersedia dalam body spesial berbahan dasar keramik.

Menurut Evan, sebagaimana dikutip Telset.id dari GizChina, Kamis (16/01/2020), desain keramik ini “terinspirasi” dari Samsung Galaxy S10+. Meskipun, sebenarnya smartphone pertama berbahan dasar keramik sudah ada pada April 2017, yakni Xiaomi Mi 6.

Sebelumnya, telah beredar gambar render yang memperlihatkan tampilan depan dan juga belakang Huawei P40 Pro. Bagian belakangnya menunjukkan lima kamera yang berjajar, sesuai dengan bocoran yang beredar sebelumnya.

Bagian depannya juga tak kalah menarik. HP terbaru Huawei ini akan mengadopsi desain layar berlubang, alias punch hole dengan dua kamera depan. Kurang lebih mirip dengan desain Huawei Nova 6 5G.

Mirip sang pendahulu, tidak ditemukan port audio 3,5mm. Malah, Huawei mempertahankan hadirnya IR Blaster yang biasanya digunakan untuk membuat smartphone menjadi remote control perangkat elektronik lain.

Diperkirakan bahwa Huawei akan meresmikan Huawei P40 dan P40 Pro pada bulan Maret mendatang di Paris, Perancis.

Untuk spesifikasi lain, ada kemungkinan bahwa Huawei akan terus menggunakan seri chipset Kirin 990 buatan mereka sendiri. Dan, Huawei tampaknya masih belum bisa menggunakan Google Play Services. Maklum, Huawei masih dalam status terkena embargo dari pemerintah Amerika Serikat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Huawei memprediksi pendapatan selama 2019 kemungkinan akan melonjak 18 persen menjadi USD 121,72 miliar atau sekitar Rp 1.692 triliun. Namun angka tersebut memperlihatkan pendapatan Huawei yang jeblok, dan jauh lebih rendah dari proyeksi.

Ada alasan kuat kenapa pendapatan Huawei jeblok sepanjang tahun lalu tak sesuai ekspektasi. Penyebabnya adalah keputusan Amerika Serikat (AS) memasukkan Huawei dalam daftar hitam perdagangan.

Kebijakan AS benar-benar menghambat pertumbuhan dan mengganggu kemampuan Huawei untuk mendapatkan bisnis-bisnis penting. Huawei tidak bisa bekerja sama dengan perusahaan AS, termasuk Google. (HR/MF)

Like
Simpan
Bagikan
Tulis Komentar

Rekomendasi terdekat


Rekomendasi terdekat

Populer saat ini

Hp Terbaru
Loading interface...