Loading interface...
HP TERBARU

Loading interface...
Populer saat ini

Loading interface...
Loading interface...
Selamat datang di InPonsel - Situs hp dan informasi seluler
InPonsel adalah situs hp dengan lebih dari 5.000 database handphone. Di InPonsel kamu dapat melakukan pencarian dengan mudah dari ratusan merek hp, mendapatkan informasi harga dan spesifikasi hp dengan rinci, membandingkan spesikasi dua hp, berlangganan berita sesuai topik, mencari alamat service center dan sejumlah informasi lainnya.
Facebook
Twitter
Instagram
InPonsel Ⓒ 2019

Bos GDP Venture Kritik Gerakan 1000 Startup Kominfo, Kenapa?

Telset | 02 Des 2019 17:45
Bos GDP Venture Kritik Gerakan 1000 Startup Kominfo, Kenapa?

Gerakan 1000 Startup Kominfo mendapat kritikan dari CMO GDP Venture Danny Oei Wirianto. Menurutnya program tersebut tidak efisien mengembangkan ekosistem digital dan dianggap sebagai program yang hanya menghasilkan startup-startup latah. Kenapa?

Dalam diskusi yang bertajuk “Selular Telco Outlook 2020” Danny menantang program tersebut. Bos perusahaan pendanaan ini menilai jika Gerakan 1000 Startup hanya menghasilkan startup-startup yang latah atau pengikuti tren yang ada.

“Saya Menentang Program 1000 statup karena latah semua mau bikin startup baru.Ngapain ciptain baru kalo sampah juga,” ujar Danny di Jakarta, Senin (02/12/2019).

Danny mengatakan ketimbang menciptakan startup baru, lebih baik pemerintah mengembangkan startup yang ada. Pasalnya salah satu penyebab startup sulit berkembang adalah kesulitan untuk mendapatkan akses di bidang keuangan, sehingga pemerintah bisa masuk untuk membantu mereka.

Selain itu pemerintah bisa juga bisa memberikan insentif agar para startup bisa menyewa data center di perusahaan cloud. Hal ini lebih baik ketimbang menciptakan banyak startup baru lewat Gerakan 1000 Startup.

“Menciptakan lebih gampang daripada ngembangin,” tambah Danny.

Terakhir Danny pun juga berkomentar terkait dinamika startup digital di Indonesia. Menurutnya para startup yang berkembang terlalu berfokus pada model Business to Consumer (B2C) ketimbang Business to Business (B2B).

Pasalnya, potensi startup B2B sangat besar. Saat ini belum banyak startup yang bermain di bidang agraria, peternakan dan manufaktur. Danny menduga jika anak muda sekarang melihat ketiga bidang tersebut tidak menarik untuk dikembangkan.

“Padahal yang virgin market shared itu pertanian, peternakan dan juga ware house,” tutup Danny.

Gerakan Nasional 1000 Startup sendiri merupakan program yang diinisiasi oleh KIBAR sebagai penggagas dan didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

KIBAR adalah sebuah perusahaan yang bertujuan membangun ekosistem teknologi di Indonesia melalui inisiatif-inisiatif pembangunan kapasitas, mentoring, dan inkubasi di berbagai kota. Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital resmi diluncurkan sejak 17 Juni 2016. [NM/HBS]

 

Like
Simpan
Bagikan
Tulis Komentar

Pengunjung lain lanjut baca ini


Pengunjung lain lanjut baca ini

Populer saat ini


Hp Terbaru
Loading interface...