Loading interface...
HP TERBARU

Loading interface...
Populer saat ini

Loading interface...
Loading interface...
Selamat datang di InPonsel - Situs hp dan informasi seluler
InPonsel adalah situs hp dengan lebih dari 5.000 database handphone. Di InPonsel kamu dapat melakukan pencarian dengan mudah dari ratusan merek hp, mendapatkan informasi harga dan spesifikasi hp dengan rinci, membandingkan spesikasi dua hp, berlangganan berita sesuai topik, mencari alamat service center dan sejumlah informasi lainnya.
Facebook
Twitter
Instagram
InPonsel Ⓒ 2019

Ini yang Perlu Diantisipasi untuk Menggelar 5G di Indonesia

Gizmologi | 28 Nov 2019 07:55
Ini yang Perlu Diantisipasi untuk Menggelar 5G di Indonesia

Teknologi 5G kian didengungkan. Beberapa negara maju seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, Inggris, dan China telah menggelar layanan internet berkecepatan tinggi. Indonesia pun sudah ancang-ancang untuk menggelar layanan 5G. Namun masih ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan.

Menurut Dr. Ir. Ismail, M.T, Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, instansinya sudah mau untuk implementasi 5G di Indonesia. Namun, ada beberapa hal yang dipertimbangkan sebelum menuju 5G. Pertimbangan tersebut adalah momentum yang tepat untuk masuk ke pasar, mendorong infrastruktur sharing, meminta operator untuk menyiapkan business model yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat, serta kolaborasi dan perluasan.

“Pemerintah tidak mau buru-buru, tetapi juga jangan telat. Kami  mendorong sharing infrastructure untuk menekan 40% biaya karena 5G ini terkait akses jaringan. Sebelum 5G, kami ingin melihat formulasi demand, supply, dan ekosistemnya harus dipertimbangkan secara keseluruhan,” ujar Ismail, saat menghadiri seminar tentang 5G yang digelar IndoTelko di Jakarta (27/11).

Ia menegaskan, pemerintah tidak mau sekadar mengikuti tren 5G yang didorong pemanfaatannya oleh negara-negara produsen dari jaringan seluler generasi kelima ini. “Kita tidak mau 5G kalau nggak jadi tuan rumah. Market Indonesia besar, demandnya juga besar. Jangan sampai hanya belanja, dimanfaatkan, dan seterusnya,” tegasnya.

Ismail mengungkapkan, Kemkominfo sebagai regulator saat ini masih menyiapkan frekuensi yang layak untuk menyebarkan jaringan 5G. Tiga spektrum frekuens yang memiliki peluang adalah 2,6GHz, 2,8GHz, dan 3,5GHz. Sayangnya, dua frekueksi yang ada yaitu 2,8GHz dan 3,5GHz masih digunakan dan dipertahankan untuk kebutuhan satelit, sehingga peluangnya pun mengecil. “Maka frekuensi 2,6GHz adalah kandidat utama untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia,” ujarnya.

Kendati demikian, ia belum menetapkan kepastian waktu untuk penetapan frekuensi 5G. Karena masih memastikan berbagai faktor termasuk permintaan dan ketersediaan jaringan 5G.

Harapan Pelaku Industri

Ririek Adriansyah, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), menyatakan seluruh operator telekomunikasi di Indonesia siap menggelar jaringan 5G bagi masyarakat maupun industri. Namun, mengingat investasi yang harus dikeluarkan untuk membangun jaringan 5G tidak murah, ATSI meminta pemerintah bisa membantu dengan memberikan insentif seperti yang dilakukan di negara lain.

“Kami di ATSI mengharapkan adanya keringanan. Di tahap awal pengembangan misalnya kami diberikan BHP Holiday di 3 tahun pertama implementasi, sehingga kami terbantu membangunnya,” kata Ririek.

Demi mempercepat proses pembangunan jaringan 5G, Ririek juga menilai pemerintah perlu melakukan sinkronisasi regulasi Pusat dan Daerah. “Operator kita sendiri sudah melakukan trial 5G tahun ini sampai tahun depan. Kami mengharapkan tender spektrum bisa dilakukan 2021, sehingga pembangunannya bisa kita lakukan setelah itu,” tegasnya.

ATSI berharap, Indonesia tidak kehilangan momentum memanfaatkan 5G sehingga keinginan pemerintah melakukan revolusi industri 4.0 bisa terbantu dengan teknologi. Kalangan operator pun mengharapkan biaya spektrum yang tidak mahal agar layanan yang diberikan ke pelanggan lebih terjangkau. Kolaborasi dengan sharing infrastruktur juga bisa menekan biaya.

Terkait prospek implementasi 5G di Indonesia, beberapa perusahaan vendor teknologi asing sepakat menyatakan Indonesia merupakan pasar yang sangat besar untuk digarap. Huawei menyatakan kesiapannya untuk mendukung launching 5G di Indonesia. Begitupun dengan Ericsson yang percaya revolusi industri di Indonesia benar-benar akan terjadi dengan pemanfaatan 5G sebagai backbone.

Doni Ismanto, pendiri IndoTelko mengatakan kehadiran 5G ke Indonesia tak bisa ditolak. Karena teknologi ini sebuah keniscayaan melihat pertumbuhan trafik dan penggunaan konten digital dari masyarakat Indonesia. Untuk itu, ia mengharapkan, pemerintah mulai membangun roadmap yang lebih jelas dalam menghadapi 5G sehingga memberikan kepastian bisnis bagi semua ekosistem yaitu Device Network Application (DNA).

“Indonesia telah masuk ke sebuah tatanan baru seiring jaringan broadband kian masif penetrasinya. 5G nanti akan makin banyak konten yang beragam dan kegunaanya untuk infrastruktur kritikal. Saya harapkan ketika membuat roadmap 5G itu mempertimbangkan ketahanan dan kedaulatan siber nasional,” pungkasnya.

Like
Simpan
Bagikan
Tulis Komentar

Pengunjung lain lanjut baca ini


Pengunjung lain lanjut baca ini

Populer saat ini


Hp Terbaru
Loading interface...