Loading interface...
Loading interface...
Loading interface...
HP TERBARU

Loading interface...
Populer saat ini

Baru Rilis di Indonesia
Loading interface...
Selamat datang di InPonsel - Situs hp dan informasi seluler
InPonsel adalah situs hp dengan lebih dari 5.000 database handphone. Di InPonsel kamu dapat melakukan pencarian dengan mudah dari ratusan merek hp, mendapatkan informasi harga dan spesifikasi hp dengan rinci, membandingkan spesikasi dua hp, berlangganan berita sesuai topik, mencari alamat service center dan sejumlah informasi lainnya.
Facebook
Twitter
Instagram
InPonsel Ⓒ 2019

Pengguna Indonesia Terdampak Spyware Pegasus, WhatsApp?

Telset | 07 Nov 2019 16:48
Pengguna Indonesia Terdampak Spyware Pegasus, WhatsApp?

Perwakilan WhatsApp Asia Pasifik memilih bungkam ketika disinggung soal dampak serangan spyware Pegasus bagi pengguna di Indonesia. Meraka cuma menjelaskan, kalau tuntutan terkait spyware buatan Israel itu telah diajukan ke pengadilan Amerika Serikat (AS).

Ketika ditanya soal dampak Pegasus terhadap WhatsApp, Direktur Kebijakan WhatsApp Asia Pasifik, Clair Deevy hanya membeberkan terkait fakta-fakta soal spyware Pegasus WhatsApp yang menjadi bahan tuntutan kepada perusahaan Israel, NSO Group.

“Itu sedang terjadi. Jadi informasi yang saya dapat bagikan keluar di publik dalam hal fakta bahwa setelah menemukannya awal tahun ini, kami sekarang telah mengajukan gugatan di Amerika Serikat terhadap NSO,” tutur Clair di Kantor Kominfo Jakarta, Kamis (07/11/2019).

“Itulah informasi yang dapat saya bagikan,” tambahnya.

Clair mengatakan, pihaknya selalu mementingkan privasi para pengguna. Untuk itu, langkah mengajukan gugatan terhadap NSO Group merupakan komitmen mereka dalam menjaga privasi pengguna.

“Jadi yang bisa saya bagikan tentang ini adalah fakta bahwa kita berkomitmen untuk menjaga privasi dan enkripsi dan kita melihat bahwa hal-hal seperti ini bukan kasus yang kita inginkan,” tutup Clair.

Pemerintah Indonesia juga merespon terkait kasus spyware Pegasus WhatsApp. Menkominfo Johnny G. Plate menegaskan bakal mengawasi ancaman serangan spyware itu.

Meski demikian, ia berkata bahwa sampai sekarang Kominfo belum melihat dampak dari virus jahat itu terhadap pengguna WhatsApp di Indonesia. Namun, dirinya tidak bisa memastikan apakah virus tersebut memang tidak mempengaruhi pengguna Tanah Air atau malah sebaliknya.

Sebelumnya Spyware Pegasus disebut-sebut sebagai biang keladi atas kasus peretasan WhatsApp yang menargetkan 1.400 orang dari berbagai pihak, termasuk diplomat, pembangkang politik, wartawan, dan pejabat senior pemerintah.

Spyware ini dibuat oleh perusahaan asal Israel, NSO Group. Facebook, sebagai perusahaan pemilik WhatsApp pun mengungkap sejumlah fakta dari kemampuan dalam gugatannya terhadap NSO Group.

Facebook, sebagai perusahaan pemilik WhatsApp pun mengungkap sejumlah fakta dari kemampuan Pegasus, dalam gugatannya terhadap NSO Group.

Raksasa media sosial besutan Mark Zuckerberg itu menyebut bahwa NSO Group menyusupkan Pegasus melalui fitur video call WhatsApp. Saat spyware tersebut masuk, Pegasus langsung menjalankan kode berbahayanya di smartphone korban. (NM/FHP)

Likes
Simpan
Bagikan
Tulis Komentar

Pengunjung lain lanjut baca ini


Pengunjung lain lanjut baca ini

Populer saat ini


HP TERBARU

Loading interface...