Loading interface...
Loading interface...
HP TERBARU

Loading interface...
Populer saat ini

Loading interface...
Loading interface...

Qasir Catatkan Nilai Transaksi Rp1,5 Triliun di Tahun 2019

Gizmologi | 03 Feb 2020 07:02
Qasir Catatkan Nilai Transaksi Rp1,5 Triliun di Tahun 2019

Tahun 2019 menjadi pencapaian penting bagi Qasir. Pasalnya, startup yang didirikan sejak 2015 ini tahun lalu berhasil mencatatkan nilai transaksi yang cukup fantastis yakni sebesar Rp1,5 Triliun. Angka ini disebut merefleksikan setidaknya 0,2 persen total pergerakan ekonomi Indonesia. Tentu saja, ini baru nilai transaksi, bukan margin keuntungan yang diperoleh Qasir.

“Pencapaian ini sangat membanggakan bagi tim Qasir, di mana layanan kami sudah digunakan oleh pedagang mikro di lebih dari 500 kota di Indonesia. Ke depan, kami menarget untuk lebih banyak merchant yang mengunduh dan menggunakan aplikasi kami, setidaknya sampai dengan 300.000 user,” ujar Michael Williem, CEO Qasir.

Ia menjelaskan, Qasir fokus mengembangkan inovasi untuk UMKM dari berbagai jenis usaha. Mulai dari usaha warung kelontong, pemilik salon, sampai nelayan. Menurutnya, hambatan pengembangan bisnis UMKM seringkali berawal dari luputnya pencatatan transaksi yang baik dari pemilik usaha. Qasir berkomitmen menarget segmen pedagang untuk dapat nikmati kemudahan mengelola keuangan dan sistem pembayaran berbasis digital.

Platform POS Qasir Gratis untuk UMKM

Platform Point of Sales (POS) Qasir menyasar UMKM yang sudah menjalankan usahanya dengan bantuan karyawan.  Karena, pada tahap inilah pemilik usaha sudah membutuhkan fungsi-fungsi monitoring. Mulai dari memonitor catatan penjualan, mengelola produk, mengawasi stok, dan memantau aktivitas karyawan.

Salah satu keunggulannya, layanan yang ditawarkan dalam aplikasi Qasir bisa didapat tanpa biaya apapun dan dapat terus digunakan secara gratis selamanya. Sementara itu, untuk beberapa fitur khusus yang lebih premium, usahawan (user) hanya perlu membayar sesuai yang diperlukan.

Penggunaan platform POS bagi bisnis UMKM diharapkan mampu memangkas risiko human error dalam proses pengelolaan usaha. Michael menambahkan, jika bisnis tidak memiliki laporan neraca saldo atau catatan transaksi harian yang rapi, maka pemilik usaha tidak akan mengetahui kesehatan bisnisnya. Tidak terkecuali bagi pemilik usaha yang masih turun langsung dalam mengelola usaha sehari-hari, dampaknya akan besar jika ia tidak memiliki laporan yang jelas.

Di sisi lain, saat ini keberadaan toko-toko kelontong atau warung tradisional kian terdesak oleh hadirnya peritel modern seperti yang berbasis waralaba. Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan warung mikro ini masih menjadi penopang kebutuhan masyarakat sekitar, khususnya yang berada di kota-kota lapis kedua dan ketiga, yang jauh dari area perkotaan.

Warung masih menjadi andalan masyarakat, di tengah masifnya pertokoan modern. “Kami melihat masih adanya kebutuhan masyarakat, khususnya dari lapisan menengah ke bawah yang masih menjadi pelanggan warung-warung tradisional karena memang harga barang kebutuhan sehari-hari masih sangat terjangkau. Sehingga, kami melihat ada celah di mana Qasir bisa membantu pemilik warung untuk survive di tengah kompetisi dengan pemilik modal yang lebih besar,” tambah Michael.

Potensi UMKM

Pemerintah melalui Kominfo mengimbau para pelaku swasta agar terlibat aktif dalam membantu mewujudkan jumlah UMKM go-digital menyentuh angka 8 juta atau lebih di tahun 2020. Saat ini pemerintah juga semakin proaktif menggalakkan pelatihan dan bimbingan UMKM yang mencakup perpajakan dan pembukuan.

Sehingga, sebetulnya masih banyak peluang yang bisa digarap oleh perusahaan-perusahaan penyedia platform POS seperti Qasir untuk membantu pemberdayaan pedagang mikro lewat teknologi di berbagai daerah di Indonesia.

Hal ini pula yang mendorong para pemain POS mulai bermunculan dalam beberapa tahun belakangan. Menurut Michael, kehadiran banyak pelaku usaha yang mirip dengan Qasir menunjukkan iklim persaingan yang sehat dan kebutuhan nyata dari pelaku UMKM.

“Persaingan justru akan membuat Qasir semakin termotivasi untuk terus menciptakan inovasi-inovasi baru yang relevan untuk menunjang bisnis para usahawan. Kami juga optimis dapat membantu misi pemerintah untuk memperluas penetrasi digital yang lebih merata ke semua pelaku UMKM di Indonesia,” pungkas Michael.

Like
Simpan
Bagikan
Tulis Komentar

Rekomendasi terdekat


Rekomendasi terdekat

Populer saat ini

Hp Terbaru
Loading interface...